Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Aktivitas Peristaltik Usus Pada Pasien Pasca Bedah Abdomen Dengan Tindakan Anestesi Umum

Authors

  • Ria Indriani Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana, Jl. Soekarno-Hatta No.754, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614, Indonesia
  • Richa Noprianty Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana, Jl. Soekarno-Hatta No.754, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614, Indonesia
  • Ihsan Rizal Zaelani Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana, Jl. Soekarno-Hatta No.754, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614, Indonesia
  • Fania Putri Alya Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhakti Kencana, Jl. Soekarno-Hatta No.754, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70410/triaxis.v1i1.56

Keywords:

mobilisasi dini, peristaltik usus, operasi abdomen, anestesi umum, keperawatan

Abstract

Pasien pasca operasi abdomen dengan anestesi umum berisiko tinggi mengalami hipomotilitas usus atau ileus paralitik, yang dapat memperlambat pemulihan dan meningkatkan komplikasi pasca operasi. Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat merangsang aktivitas gastrointestinal, namun masih jarang diteliti dengan pengukuran objektif frekuensi peristaltik usus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mobilisasi dini terhadap aktivitas peristaltik usus pada pasien pasca operasi abdomen dengan anestesi umum.

Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest one group. Sampel terdiri dari 31 pasien pasca operasi abdomen yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas peristaltik usus, stetoskop Littman, stopwatch Saiko, dan SOP mobilisasi dini sebagai pedoman intervensi. Aktivitas peristaltik usus diukur dalam satuan kali/menit, sebelum dan setelah intervensi mobilisasi dini. Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan. Rata-rata frekuensi peristaltik usus pretest adalah 2,87 ± 0,54 kali/menit, menunjukkan kondisi hipomotilitas. Setelah mobilisasi dini, aktivitas peristaltik meningkat signifikan menjadi 12,67 ± 1,21 kali/menit (t = -25,73; p < 0,001;r = 0,73). Seluruh responden (100%) mengalami peningkatan frekuensi dan kualitas suara peristaltik usus menuju kategori normal (>5 kali/menit). Mobilisasi dini terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan aktivitas peristaltik usus pada pasien pasca operasi abdomen dengan anestesi umum. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk mempercepat pemulihan fungsi gastrointestinal, mencegah ileus paralitik, dan meningkatkan kualitas perawatan pasca operasi.

Downloads

Published

2026-05-08

How to Cite

Indriani, R., Noprianty, R., Zaelani, I. R., & Alya, F. P. (2026). Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Aktivitas Peristaltik Usus Pada Pasien Pasca Bedah Abdomen Dengan Tindakan Anestesi Umum. Jurnal Adiguna Kesehatan Klinis Dan Komunitas, 1(1), 29–37. https://doi.org/10.70410/triaxis.v1i1.56

Citation Check