Gambaran Ketidaknyamanan Pasien Berdasarkan Tingkat Rasa Haus Akibat Puasa Pada Pasien Pasca Operasi Dengan Anestesi Umum Di RSUD R. Syamsudin, S.H Sukabumi

Authors

  • Ahmad Mustopa Ahmad Mustopa Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu, Universitas Bhakti Kencana, Jl. Soekarno-Hatta No.754, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Indonesia, Indonesia
  • Septira Zara Nurhaliza Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu, Universitas Bhakti Kencana, Jl. Soekarno-Hatta No.754, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Indonesia, Indonesia
  • Richa Noprianty Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu, Universitas Bhakti Kencana, Jl. Soekarno-Hatta No.754, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Indonesia, Indonesia
  • Fikri Mourly Wahyudi Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu, Universitas Bhakti Kencana, Jl. Soekarno-Hatta No.754, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Indonesia, Indonesia
  • M. Haekal Nafiz Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu, Universitas Bhakti Kencana, Jl. Soekarno-Hatta No.754, Cipadung Kidul, Kec. Panyileukan, Kota Bandung, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70410/triaxis.v1i1.55

Keywords:

Anestesi Umum, Dehidrasi, Ketidaknyamanan, Pascaoperasi, Puasa,  Rasa Haus

Abstract

Pasien yang menjalani operasi dengan anestesi umum diwajibkan berpuasa sebelum prosedur untuk mengurangi risiko aspirasi. Rasa haus adalah fenomena yang sering dialami oleh pasien setelah menjalani operasi, serta dampaknya sangat penting dalam konteks perawatan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketidaknyamanan berdasarkan tingkat rasa haus akibat puasa pada pasien pascaoperasi dengan anestesi umum. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 60 pasien yang dipilih secara purposive sampling di ruang pemulihan pascaanestesi RSUD R. Syamsudin, S.H Sukabumi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien mengalami rasa haus tingkat sedang hingga berat, dengan ketidaknyamanan berupa mulut dan tenggorokan kering. Sebanyak 98,3% pasien berpuasa selama 9 sampai 12 jam, namun sebagian besar 66,7% tidak mengalami dehidrasi. Durasi puasa yang panjang dapat meningkatkan rasa haus yang signifikan meskipun tanpa dehidrasi medis, sehingga intervensi nonfarmakologis dan peninjauan ulang protokol puasa perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan kenyamanan pascaoperasi

Downloads

Published

2026-05-05

How to Cite

Ahmad Mustopa, A. M., Nurhaliza, S. Z., Noprianty, R., Wahyudi, F. M., & Nafiz, M. H. (2026). Gambaran Ketidaknyamanan Pasien Berdasarkan Tingkat Rasa Haus Akibat Puasa Pada Pasien Pasca Operasi Dengan Anestesi Umum Di RSUD R. Syamsudin, S.H Sukabumi. Jurnal Adiguna Kesehatan Klinis Dan Komunitas, 1(1), 9–16. https://doi.org/10.70410/triaxis.v1i1.55

Citation Check