Gambaran Ketidaknyamanan Pasien Berdasarkan Tingkat Rasa Haus Akibat Puasa Pada Pasien Pasca Operasi Dengan Anestesi Umum Di RSUD R. Syamsudin, S.H Sukabumi
DOI:
https://doi.org/10.70410/triaxis.v1i1.55Keywords:
Anestesi Umum, Dehidrasi, Ketidaknyamanan, Pascaoperasi, Puasa, Rasa HausAbstract
Pasien yang menjalani operasi dengan anestesi umum diwajibkan berpuasa sebelum prosedur untuk mengurangi risiko aspirasi. Rasa haus adalah fenomena yang sering dialami oleh pasien setelah menjalani operasi, serta dampaknya sangat penting dalam konteks perawatan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketidaknyamanan berdasarkan tingkat rasa haus akibat puasa pada pasien pascaoperasi dengan anestesi umum. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 60 pasien yang dipilih secara purposive sampling di ruang pemulihan pascaanestesi RSUD R. Syamsudin, S.H Sukabumi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien mengalami rasa haus tingkat sedang hingga berat, dengan ketidaknyamanan berupa mulut dan tenggorokan kering. Sebanyak 98,3% pasien berpuasa selama 9 sampai 12 jam, namun sebagian besar 66,7% tidak mengalami dehidrasi. Durasi puasa yang panjang dapat meningkatkan rasa haus yang signifikan meskipun tanpa dehidrasi medis, sehingga intervensi nonfarmakologis dan peninjauan ulang protokol puasa perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan kenyamanan pascaoperasi




